PENANGANAN HAMA DAN PENYAKIT
Hama dan penyakit merupakan faktor penyebab kegagalan budidaya yang bila tidak di tangani dengan baik akan merugikan budidaya, yaitu budidaya udang vaname.
Hama adalah organisme yang dapat mengganggu budidaya dan kemungkinan besar membawa penyakit yang dapat menyerang udang.
Penyakit adalah kondisi terjadinya abnormalitas dari struktur, fungsi dan tingkah laku maupun abnormalitas pada metabolism.
Adapun skema terjadinya penyakit adalah :
- Pantogen , adalah sumber penyakit atau organisme pembawa penyakit baik dari dalam maupun dari luar sistem budidaya dan segala aktifitas yang beresiko sebagai sumber penyakit
- Lingkungan, merupakan pemicu potensi penyakit (virulence trigger) misalnya perubahan kualitas air yang drastis
- Host / Inang, organisme yang di jangkit penyakit, pada prosesnya di pengaruhi oleh umur, ukuran, status nutrisi, padat tebar, biomassa, status immune, gambaran kondisi sosial dan tingkah laku

Deteksi penyakit perlu di lakukan untuk mencegah penyebaran penyakit lebih luas dan dapat segera melakukan tindakan pengobatan dan pencegahan. Deteksi penyakit dapat di lakukan dengan melihat kondisi udang dan kondisi kualitas air.
Deteksi penyakit juga dapat di lakukan pada tingkat populasi, dimana indikator pertumbuhan populasi dapat di jadikan pendugaan awal adanya penyakit atau tidak. Hal ini juga berkaitan dengan pengamatan pakan yang habis di anco atau tidak, serta hubungan dengan pakan dan kualitas air.
Baca Juga :
Tabel Deteksi Penyakit Pada Udang
| No | Waktu | Cara Deteksi |
|---|---|---|
| 1 | Siang | Usus terlihat kosong dan ekor kipas tidak membuka Permukaan tubuh kusam kasar dan tidak berkilau Kotoran berwarna putih berlendir putus-putus, mata bengkak dan tangkai mata buram |
| 2 | Malam | Dilakukan sebelum pemberian pakan malam dengan memakai senter, udang yang sehat matanya akan memantulkan sinar dan segera menhindar cahaya, sedangkan udang yang terkena penyakit membutuhkan waktu untuk merespon cahaya, berenang ketepian dekat permukaan air |
Tabel jenis-jenis penyakit yang sering muncul pada udang vaname karena virus
| No | Nama Penyakit | Gejala dan Tanda-Tanda |
|---|---|---|
| 1 | IHHNV (Infectious Hypodermal and Haematopoietic Virus) | Fisik udang lemah dan hilang nafsu makan. Udang berenang tidak tentu arah, Gerakan kaki jalan dan kaki renang berhenti, kemudian udang tenggelam ke dasar. Terjadi kelainan bentuk tubuh. |
| 2 | IMNV ( Infectious Myonecrosis Virus) | Ekor bewarna putih pucat hingga kemerahan. Tidak nafsu makan dan softshell. Udang lemah dan berenang tidak tentu arah.Hepatopancreas mengecil. |
| 3 | WFD (White Feces Diseases) | Kotoran udang mengambang dan berwarna putih. Pertumbuhan lambat dan udang keropos. Nafsu makan turun. |
| 4 | TSV (Taura Syndrome Virus) | Fase Akut : mortalitas tinggi (40%-90%), Udang mengambang, ekor dan pleopod berwarna merah, kematian pada saat molting. Fase Peracute: mortalitas puncak pada saat moulting. Fase kronis: neokrosis pada epitel kutikula. Udang yang bertahan masih membawa penyakit. |
| 5 | WSSV (White Spot Syndrome Virus) | Udang berenang dekat permukaan dan sesekali berhenti di dinding tambak. Terdapat bintik putih pada cangkang.Nafsu makan menurun.Pada beberapa tubuh berwarna kemerahan. |
Tabel Jenis Penyakit Pada Udang Vaname Karena Faktor Lingkungan
| No | Nama Penyakit | Gejala dan Tanda-Tanda |
|---|---|---|
| 1 | Chronic Softshell Syndrome atau softshelling | Kulit tipis, gelap, kasar dan berkerut yang terjadi selama beberapa minggu. Kontaminasi pestisida, Kondisi air dan tanah yang tidak baik. Terjadi Karena kekurangan nutrisi, kolam dengan pH tinggi, fosfat, dan bahan organic rendah, pergantian air kurang memadai, dan pemberian pakan dosis nya kurang |
| 2 | Sindrom penyakit sulfat asam | Pertumbuhan lambat, frekuensi moulting menurun. Insang berwarna kekuningan hingga kecoklatan. Terjadi karena pH air dan pH tanah rendah. |
| 3 | Kekurangan Oksigen (Asphixiation, Hypoxial) | Berenang di permukaan (Mengambang) hingga menyebabkan kematian massal. Terjadi karena DO (Dissolved Oxygen) / oksigen terlarut dalam air rendah. |
| 4 | Blackgill (Insang Hitam) | Ingsang kemerahan hingga kehitaman. Bagian punggung tertutup seperti kabut. Terjadi kelainan bentuk. Kurang nafsu makan dan terjadi kematian. Terjadi karena kontaminasi logam berat, kekurangan asam askorbat, TSS dan bahan organik tinggi. |
| 5 | Cramped tails, bent tails, body cramp (Kram Tubuh) | Bagian ekor kaku sebagian atau seluruhnya. Terjadi karena ketidak seimbangan mineral dalam air dan pakan atau perubahan suhu secara drastis. |
Baca juga :
Pengendalian Hama Dan penyakit pada Budidaya Udang
Pengendalian hama dan penyakit pada budidaya udang vaname dilakukan sejak persiapan tambak, pemasukan air, pemilihan benur, dan selama masa pemeliharaan.
Aktivitas yang perlu di lakukan adalah memonitoring rutin terhadap kesehatan udang dan memonitoring kualitas air serta tindakan pencegahan.
Pencegahan hama dan penyakit dilakukan dengan cara :
- Kontrol jumlah dan jenis plankton agar seimbang dan tidak terjadi crash plankton.
- Tidak membuang atau mengganti seluruh air secara langsung apabila diketahui terjadi penyakit.
- Tumbuhan air (Klekap) tidak di buang di petak lain atau perairan umum.
- Udang yang sakit atau mati di ambil dari tambak dan langsung di musnahkan atau di kubur (jangan di buang ke outlet)
- Menerapkan biosekuriti pada seluruh kegiatan dan area pertambakan, seperti menyiapkan bak sterilisasi bagi manusia yang ingin masuk area pertambakan dan membuat jaring CPD dan BSD untuk mencegah kepiting, kambing, burung, dan hewan lainnya masuk dalam kolam.
Pencegahan dengan mengendalikan kualitas air akan menurunkan resiko terkena penyakit. Penggunaan saponin pada saat persiapan tambak untuk memberantas ikan dan telur ikan. Saponin juga berguna untuk merangsang moulting pada udang, dan berfungsi sebagai pupuk organik.
Saponin direndam dalam wadah yang telah di siapkan, selama 6-12 jam, agar saponin larut dalam air. Taburkan larutan saponin merata ke dalam kolam ampasnya dapat ikut di sebarkan di tambak untuk menambah kesuburan tanah.
Setelah yakin seluruh hama yang ada di petakan tambak mati akibat saponin, selanjutnya dilakukan pengisian air dengan ketinggian minimal 1m.
Tabel Dosis Pemakaian Saponin
| No | Salinitas | Dosis Saponin | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 1 | >30ppt | 15-20ppm | Pemakaian siang |
| 2 | <30ppt | 25-30ppm | Pemakaian Siang |
| 3 | – | 5-10ppm | Merangsang udang untuk moulting |
Tabel Penanganan Beberapa Penyakit Udang
| No | Jenis Penyakit | Saran Penanganan dan Pencegahan |
|---|---|---|
| 1 | IHHNV (Infectious Hypodermal and Haematopoietic Virus) | Menghindari kualitas benur yang kurang baik,lakukan disinfeksi dan sterilisasi kemudian di kuras, menerapkan karantina dan bioskuriti yang tepat. |
| 2 | IMNV ( Infectious Myonecrosis Virus) | Menjaga kestabilan kualitas air, mencegah perubahan drastis, mengurangi stres pada udang, melakukan filter air dan sterilisasi air yang di gunakan, memusnahkan udang yang mati dan melakukan pergantian air. |
| 3 | WFD (White Feces Diseases) | Menjaga kestabilan kualitas air, mencegah perubahan drastis, mengurangi stres pada udang, melakukan kontrol pakan, melakukan pergantian air. |
| 4 | TSV (Taura Syndrome Virus) | Melakukan seleksi benur hingga induk, mencegah masuk nya carier pembawa penyakit seperti kepiting dan crustacean lain, Memperketat sanitasi dan sterilisasi |
| 5 | WSSV (White Spot Syndrome Virus) | peralatan, karantina air tandon dan kolam terinfeksi, memusnahkan atau mengubur udang yang mati, menerepkan bioskuriti yang ketat |
| 6 | Chronic Softshell Syndrome atau softshelling | Memberi pakan yang baik, menjaga kondisi air dan tanah, manajemen pergantian air yang baik 20-50% / hari, pemberian suplemen yang mengandung Ca dan P dengan perbandingan 1:1 |
| 7 | Sindrom penyakit sulfat asam | Memperbaiki pH tanah yang rendah dengan pemberian kaptan, kontrol pH air secara teratur. |
| 8 | Kekurangan Oksigen (Asphixiation, Hypoxial) | Mengurangi padat tebar, monitoring DO secara teratur, menambah aerator, blower atau kincir air. |
| 9 | Blackgill (Insang Hitam) | Menghindari over feeding, manajemen pergantian air yang baik, sipon secara teratur, gunakan pakan yang mengandung asam askorbat diatas 2000mg/kg |
| 10 | Cramped tails, bent tails, body cramp (Kram Tubuh) | Control kualitas air, mengurangi stres udang. |
Demikian penjelasan mengenai penanganan hama dan penyakit udang yaitu pada budidaya udang vaname.
(FEBRI/IT P3UW LAMPUNG)