KKP AKAN BANGUN PERCONTOHAN KAWASAN TAMBAK UDANG BERKELANJUTAN DI PERHUTANAN SOSIAL LAMPUNG SELATAN

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah merancang percontohan kawasan budidaya udang di Kabupaten Lampung Selatan

BANDAR LAMPUNG – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah merancang percontohan kawasan budidaya udang di Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan tersebut guna mendukung program perhutanan sosial di berbagai daerah.

Pemilihan budidaya udang dikarenakan pada kawasan tersebut sebelumnya telah ada area budidaya eksisting seluas lebih kurang 312 hektar. Namun dari sisi produktivitas belum dimanfaatkan secara optimal.

Sebagaimana diketahui program Perhutanan Sosial yang dicanangkan Presiden Jokowi. Merupakan upaya Pemerintah untuk memberikan akses kepada masyarakat sekitar. Dalam memanfaatkan lahan perhutani untuk kegiatan usaha produktif. sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga :

Slamet Soebjakto meninjau langsung ke lokasi calon percontohan kawasan budidaya udang Lampung Selatan

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) Slamet Soebjakto dalam keterangannya di rumah dinas Bupati Lampung Selatan. Kamis (28/5) mengatakan bahwa KKP berkomitmen untuk mensukseskan program perhutanan sosial yang digagas Presiden.

Menurutnya potensi lahan yang dimiliki oleh Perhutani diberbagai daerah bisa dioptimalkan agar lebih produktif. Dan memberikan efek positif bagi perekonomian masyarakat.

” Banyak lahan yang sebenarnya potensial untuk pengembangan budidaya ikan/udang di tambak”

“Saya kira program pehutanan sosial bisa menjadi pintu masuk. Bagaimana usaha budidaya udang bisa diperkenalkan. dan menjadi alternatif usaha bagi masyarakat sekitar”

“KKP siap untuk mendukung ini. Dan tentu menjadi bukti bahwa negara hadir dalam memberikan akses ekonomi bagi masyatakat. Terlebih saat ini wabah pandemik Covid-19 telah mempengaruhi ekonomi masyarakat”, terang Slamet.

Dalam kesempatan tersebut Slamet juga sekaligus mengecek ke lapangan untuk melihat langsung kesesuaian lahan dengan usaha yang akan dilakukan nantinya. Slamet juga membeberkan keberhasilan program serupa di Muara Gembong Kabupaten Bekasi.

“Jadi pegembangan kawasan budidaya udang melalui program perhutanan sosial. Ini sebelumnya juga telah bergulir di Kabupaten Bekasi yakni di Muara Gembong. Pak Presiden juga hadir melakukan tebar perdana sekaligus mengawali panen udangnya. Saya berharap keberhasilan di Bekasi juga bisa berulang di Lampung Selatan”, ungkapnya.

Percontohan kawasan budidaya udang, dijelaskan Slamet merupakan contoh atau model pengelolaan budidaya udang semi/intensif secara berkelanjutan.

Menurutnya, manajemen produksi dilakukan terintegrasi, penerapan biosekuriti dan pengelolaan limbah yang efektif serta manajemen usaha yang dilakukan secara kolektif.

“Harapannya model seperti ini nantinya bisa diadopsi masyarakat. Jadi dari sisi produktivitas bisa optimal, namun disisi lain lingkungan dan ekosistem tetap terjaga”, imbuh Slamet.

Keterlibatan lintas sektoral KKP, PLN, PUPR dan BUMN

Ditanya terkait kererlibatan lintas sektoral terkait, Slamet mengungkapkan nantinya KKP akan terlibat terutama dalam merancang desain Kawasan tambak udang. Rehabilitasi saluran irigasi dan dukungan sarana budidaya.

Sementara lintas sektoral yang lain diharapkan dapat mendukung sesuai kewenangannya masing masing. Seperti Perhutani terkait legalitas lahan dan kelompok masyarakat. PLN terkait akses energi listrik, PUPR untuk akses infrastruktur seperti jalan produksi. BUMN Perbankan untuk akses pembiayaan dan Kementerian terkait lainnya.

“Saat ini kami sedang melakukan identifikasi dan verifikasi lokasi untuk memastikan kegiatan nantinya dapat berjalan dengan baik. KKP merencanakan melakukan percontohan kawasan udang di kegiatan perhutanan. Social ini sekitar 5 ha untuk awal pengembangan, dengan target produktivitas sebesar 6 ton/ha. 

Khusus untuk KKP nanti kami akan tunjuk Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung (BBPBL). Untuk melakukan pendampingan teknis dan penyediaan sarana budidaya yang dibutuhkan”, pungkasnya.

Selain melakukan kunjungan lapangan ke lokasi calon percontohan, Slamet juga membagikan 175 paket daya tahan tubuh. Kepada pegawai lingkup BBPBL Lampung yang sebelumnya terdampak musibah banjir beberapa waktu lalu.

Slamet berharap agar bantuan yang diberikan dapat meningkatkan semangat kerja serta meningkatkan produktivitas.

Sumber : kkp.go.id

Berita Lainnya :

Bagikan ke

Tinggalkan komentar