Begini Cara Budidaya Udang Vaname Yang Benar

cara budidaya udang vaname atau udang vanamei  yang benar versi petambak Dipasena P3UW Lampung

Sebelum kami jelaskan bagaimana cara budidaya udang vaname atau udang vanamei yang benar versi petambak Dipasena P3UW Lampung, kita jelaskan dahulu latar belakang udang vaname.

Mengenal Udang Vaname

Udang vaname sedang berkembang pesat dibudidayakan di Indonesia akhir-akhir ini. Karena udang ini memiliki banyak keunggulan dibandingkan jenis udang lain.

Antara lain lebih tahan serangan penyakit, pertumbuhan lebih cepat, dan masa pemeliharaan lebih singkat serta daya tahan hidup tergolong tinggi selama pemeliharaan.

Untuk budidaya udang vaname ini pemberian pakan juga relatif lebih mudah dan nilai FCR (Feed Convertion Ratio) cukup rendah sehingga pembudidaya dapat hemat dalam pengeluaran untuk pakan.

Udang vaname atau udang vannamei (Litopenaeus vannamei) merupakan udang introduksi. Habitat asli udang ini adalah di perairan Pantai Pasifik Barat Amerika Latin, dan pada masa awal masuk ke Indonesia sebagian berasal dari Nikaragua dan Meksiko.

Udang vaname mempunyai tubuh yang terbentuk oleh 2 Cabang (biramous), dan tubuh berlapis-lapis. Kepala terbentuk dari Antenula, Antena, Mandibula dan 2 pasang Maxillae juga 3 pasang Maxiliped.

Baca Juga :


Cara Budidaya Udang Vaname / Vanamei Versi Petambak Dipasena P3UW Lampung

1. Persiapan Tambak budidaya Udang Vaname / Vanamei

  • Keringkan terlebih dahulu hingga dasar untuk menghindari lumut serta lumpur.
  • Apabila pH dasar tambak lebih rendah dari 6, maka gunakan kapur pertanian (kaptan) sebanyak 840 kilogram per Ha
  • Pastikan semua hewan yang berada dalam tambak pada siklus sebelumnya sudah hilang dan dibasmi.

2. Pemupukan Dasar Tambak

  • Berikan pupuk organik dengan cara disebarkan secara merata pada dasar tambak dengan dosis sebanyak 150 hingga 200 kilogram per ha. Pupuk organik bisa berupa tepung gandum, dedak, kulit padi, jagung, tepung kedelai, biji kapas atau pupuk kompos.
  • Berikan juga Pupuk anorganik sebagai sumber nitrogen sebanyak 25 hingga 50 kilogram per ha dengan cara seperti diatas. Pupuk anorganik dapat menggunakan pupuk ammonium, urea, nitrat, kalsium atau diammonium phosphat.
  • Atau bisa juga kita gunakan kotoran ayam dan sapi bisa digunakan sebagai pupuk organik. namun kotoran ayam yang dipakai harus merupakan pupuk yang bebas dari pestisida. Apabila ingin memakai pupuk ini, maka takarannya sekitar antara 1000 sampai 2000 kg per ha.

3.Pengisian Media Air Tambak

  • Isi tambak dengan air Sterilisasi media air : dengan campuran kaporit 30 ppm dan saponin 10-12 ppm.
  • Pengisian air dikerjakan sampai ketinggian mencapai 0,8-1,0 m
  • Penyesuaian media air tingkat kecerahan air awal berkisar 40-45 cm

4.Pemilihan Benur Udang Vaname

Ciri-Ciri benur yang baik ialah :

  • Ukuran seragam, organ tubuh lengkap dan tidak cacat.
  • Memiliki bentuk tubuh ramping memanjang.
  • Warna tubuh bersih dari kotoran dan lumut.
  • Pergerakannya lincah dan aktif.

5.Penebaran Benur Udang Vaname

  • Penebaran benur udang vannamei bisa dikerjakan setelah plangton tumbuh baik (7-10 hari) sesudah penumpukan.
  • Benur vaname yang akan digunakan ialah PL 10 – PL 12 berat awal 0,001g/ekor
  • Sebelum benuh di tebar terlebih dahulu dilakukan penyesuaian terhadap suhu dengan cara mengapungkan kantong yang berisi benur ditambak dan menyiram secara perlahan.
  • Sedangkan adaptasi/ penyesuaian terhadap salinitas dilakukan dengan membuka kantong dan diberi sedikit demi sedikit air tambak selama 15-20 menit.
  • Kemudian kantong benur dimiringkan dan bertahap benur vannamei akan keluar dengan sendirinya. Penebaran benur vannamei dilakukan pada saat pagi menjelang siang hari.

6.Pakan Udang Vaname

  • Pakan untuk udang vaname ialah pelet dengan kandungan protein sebanyak 30%. Pakan udang vaname juga dapat dibuat sendiri dengan sumber alami seperti bekicot atau keong yang tinggi protein dan juga ikan rucah
  • Dosis pakan untuk umur udang / Day Of Culture (DOC) di bawah 25 hari gunakan metode blend feeding (pakan buta) disesuaikan dengan jumlah penebaran. Dan di berikan pakan 1-2 kali sehari.
  • Untuk dosis pakan untuk udang DOC diatas 25 hari, acuan takaran jumlah dosis pakan nya adalah cek anco. Pemberian pakan ini diberikan antara 2-3 kali sehari. Untuk cara yang tepat dan akurat dalam pengecekan anco, akan kami jelaskan di artikel berikutnya.
  • Berikan vitamin portovite guna merangsang nafsu makan udang dan menambah vitalitas udang.

7.Pemeliharaan Udang Vaname

  • Dosis Pakan

Pemberian pakan disesuaikan dengan ukuran udang vaname. Setelah lewat dari 3 hari dari tahap penebaran maka berikan pakan berupa pakan khusus udang.

Untuk benih udang dengan berat 0.01 gram dapat diberikan pakan sebanyak 3 kg untuk 80-100 ekor udang.  Untuk udang memiliki berat 0,5 gram dengan kepadatan yang sama jumlah pakan yang diperlukan sekitar 11,22 kg.

  • Perawatan kolam

Perawatan kolam dilakukan dengan mengecek atau memperhatikan kadar garam, pH dan sirkulasi air, hal ini dapat mempengaruhi dan mendukung pertumbuhan dan perkembangan udang.

  • Pemberian Disolve Oxigen (DO)

Pemberian atau suplai Disolve Oxigen (DO) atau oksigen terlarut ke air dalam tambak dengan menggunakan kincir air. Alternatif lain juga bisa menggunakan blower. Pemberian kincir ini biasanya pada udang DOC di atas 15 hari.


8.Pemanenan Udang Vaname

Sebelum melakukan pemanenan yaitu sekitar 2-4 hari lakukan pengapuran pada tambak dengan kapur dolomit sekitar 80 kg/hektar guna menjaga ketinggian air dan mencegah udang supaya tidak mengalami molting (ganti kulit) pada saat panen.

  • Udang vaname sudah dapat dipanen sesudah memasuki usia kurang lebih 75 hari tergantung dari cepat atau tidak nya pertumbuhan udang tersebut. Idealnya adakah Average Body Weight (ABW) udang di kisaran 13 gram / size 76.
  • Apabila belum mencapai umur panen tetapi beratnya sudah mencukupi pemanenan udang tersebut dapat dilakukan.
  • Lakukan pemanenan pada malam hari guna mempertahankan kualitas udang

Proses pemanenan :

  • Siapkan peralatan panen yaitu keranjang panen, jaring, jala lempar, serok, fiber, es dan lampu penerang
  • Lalu turunkan volume air secara grafitasi yang dibantu pengeringan dengan pompa.
  • Kemudian lakukan penangkapan udang dengan jala, dilanjutkan dengan serok apabila jumlah udang tinggal sedikit. Dan terakhir pungut atau ambil dengan tangan, sebagai langkah pembersihan pengambilan udang di tambak.

Demikianlah penjelasan mengenai Cara Budidaya Udang Vaname atau udang vanamei yang Benar versi petambak Dipasena P3UW Lampung. Semoga bermanfaat dan juga dapat menambah ilmu pengetahuan akan cara membudidayakan nya.

(FEBRI/IT P3UW Lampung)

Berita Lainnya :

Bagikan ke

Tinggalkan komentar