
Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWS MS) mematangkan Rencana rehabilitasi infrastruktur kawasan pertambakan Dipasena. Hal ini dipaparkan dalam Pertemuan kedua antara Konsultasi Masyarakat (PKM) dengan masyarakat Dipasena pada Rabu 16/11/2020 di Aula Kecamatan Rawajitu Timur sebagai lanjutan dari pertemuan pertama yang diadakan pada 23/09/2020 yang lalu.
“Kami sudah mematangkan desain rencana penanganan sedimentasi dan abrasi pantai kawasan pertambakan Dipasena. Untuk memaksimalkan hasil kerja sesuai yang diharapkan, kami masih membutuhkan koreksi dan juga usulan dari masyarakat ” kata Abdul Muis kepala BBWS MS dalam sambutannya.
“Kami akan menangani masalah sedimentasi yang terjadi pada saluran kanal pertambakan Dipasena ini secara keseluruhan. Kami juga mencari penyebab dari mana asal sedimentasi, lalu melakukan penanganan agar sedimen tersebut tidak kembali lagi” lanjut Abdul Muis.
Pada kesempatan ini, BBWS MS meminta konsultan PT. Vitraha Consindotama sebagai pihak yang menangani proyek, untuk memaparkan detail desain rencana program kerja mereka. Selanjutnya masyarakat Dipasena yang hadir diminta melakukan koreksi dan memberikan usulan terkait rencana program kerja tersebut.
“Kami harapkan dukungan dan juga koreksi terhadap materi yang kami sampaikan terkait desain rehabilitasi infrastruktur pertambakan Dipasena. Untuk menambahkan data yang kurang, atau untuk memperbaiki data yang sudah ada” papar Roni Setiawan Leader tim konsultan PT. Vitraha Consindotama.
Roni melanjutkan bahwa untuk melindungi pantai Dipasena dari ancaman abrasi pantai dan laju sedimen, akan dibuat penempatan bangunan pantai. Penanganan tidak hanya di pantai saja, di hulu sungai Tulang Bawang dan sungai Mesuji juga akan dibuat bangunan penahan sedimen.
“Akan dibangun jetty yang pada kedua sisi tegak lurus terhadap garis pantai dan memanjang ke dalam laut. Guna menjaga kesetabilan air inlet ketika pasang surut dan pendangkalan akibat sedimen” lanjut Roni.
Selanjutnya akan dibangun Groin yang memanjang kedalam laut sepanjang 1 km penempatan groin di blok 0 dan blok 15. Tujuan menahan laju sedimen dari sungai Tulang Bawang dan laju sedimen dari Sungai Mesuji.
Ketua P3UW Lampung Suratman, yang juga hadir pada pertemuan ini menyampaikan terimakasih dan mendukung sepenuhnya program kerja kementerian PUPR ini.
“Masyarakat pembudidaya udang di Dipasena menyambut bai progres kerja kementerian PUPR terkait desain rehabilitasi tambak Dipasena dan Kami optimis hal ini bisa dilakukan, dan berharap agar secepatnya dapat direalisasikan” lanjut Suratman.
Turut hadir dalam pertemualn ini, salah satu Anggota DPRD Tulang Bawang Hartono, Pj Kepala Kampung se Rawajitu Timur, dan tokoh masyarakat.
(FEBRI / IT P3UW LAMPUNG)
Berita Lainnya :
- KEMENTERIAN PUPR ADAKAN PKM RENCANA REHABILITASI PERTAMBAKAN DIPASENA
- Pelepasan HGU Lahan Pertambakan Dipasena, Kementerian PUPR Adakan Tinjau Lapangan
- Percepatan Penyelesaian Lahan Irigasi, KSP Ajak Kementerian PUPR Ke Tambak Dipasena
- KEMENKO MARVEST, KKP, DAN KEMENTERIAN PUPR KUNJUNGI PERTAMBAKAN DIPASENA
- P3UW LAMPUNG MEMINTA GUBERNUR LAMPUNG DORONG PERCEPATAN REHABILITASI PERTAMBAKAN DIPASENA