
United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) akan melakukan pendampingan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) Budidaya Udang Tambak Dipasena, kecamatan Rawajitu Timur Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Diimplementasikan melalui Global Quality and Standards Program (GQSP) Indonesia, UNIDO akan membantu dari hulu ke hilir komoditas udang Dipasena, baik dari benih, proses budidaya, sampai pemasaran.
UNIDO yang bekerjasama dengan Konfederasi Swiss ini telah membuat kesepakatan kerjasama (MoU) dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung. Salah satu kesepakatan adalah permintaan dari
DKP Provinsi Lampung agar GQSP Indonesia melakukan pendampingan terhadap pembudidaya udang dan bandeng di pertambakan Dipasena.
Oleh sebab itu di butuhkan target pelaku Pembudidaya dan Unit Pengolahan Ikan (UPI) / pengepul untuk di ajak bekerjasama agar bisa memenuhi pasar produk perikanan di Swiss.
Menindaklanjuti hal tersebut, UNIDO’s GQSP Indonesia bersama DKP Provinsi Lampung, Dinas Perikanan Tulang Bawang dan salah satu Dosen Budidaya Perairan IPB, mengadakan diskusi dengan Perhimpunan Petambak Pembudidaya Udang Wilayah Lampung (P3UW Lampung) melalui Rapat Virtual Zoom. Salah satu pembahasan dalam diskusi adalah mengenai Sertifikasi pelaku Pembudidaya dan pengepul udang di wilayah Dipasena.
Pada Rapat virtual, Jum’at (11/03/2022), Ita Sualia, Kepala Bagian Operasi GQSP Indonesia yang bertindak sebagai Moderator mengatakan bahwa, sertifikasi tersebut merupakan salah satu persyaratan legalitas yang diperlukan agar bisa Ekspor. Sertifikasi yang akan dilakukan adalah melalui Lembaga Sertifikasi Indonesian Good Aquaculture Practices (indoGAP) / LS IndoGAP.
“Nanti akan ada follow up (Tindak Lanjut) dan kami akan berkoordinasi dengan DKP Provinsi Lampung serta Dinas Perikanan (Diskan) Tulang Bawang terkait Follow up” kata Ita.
“Kita akan adakan Webinar untuk diskusi dengan petambak terkait SOP Budidaya, sebelum ke lapangan. Selanjutnya pengenalan IndoGAP, untuk mempermudah kira-kira pembinaan apa yang perlu diperkuat menuju sertifikasi dan pendampingan untuk apply (mendaftar) sertifikat IndoGAP” Papar Ita.
Selain itu, kata dia, untuk memberikan pemahaman mengenai kira kira ceklis apa saja yang akan di audit / dipertanyakan oleh Tim Auditor Sertifikasi. Selanjutnya untuk pelaksanaan Webinar kemungkinan akan dijadwalkan 2 minggu kemudian.
Sementara itu Suryadi, merupakan salah satu Pimpinan P3UW Lampung yang ikut dalam rapat virtual tersebut menerangkan bahwa, sebenarnya udang Dipasena sangat memungkinkan untuk di Ekspor.
“Produksi udang Dipasena dikondisi kurang bagus saat ini bisa mencapai 43,33 Ton per hari dan jika dimusim bagus bisa mencapai 80 sampai 150 ton per hari. Udang yang dihasilkan oleh petambak Dipasena mampu untuk menjaga Kontinuitas export, dan jika pemerintah mampu mengekspor udang, harapannya akan mendongkrak harga udang” terang Suryadi.
“Sertifikasi sebenarnya sudah sangat sering dilakukan, salah satunya pernah ada sertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Kami sudah melakukan uji kelayakan mengenai budidaya, dan pada intinya semua masyarakat Dipasena sudah siap untuk disertifikasi” Lanjut Suryadi.
Ditempat terpisah, ketua P3UW Lampung, Suratman sangat antusias dan menyambut baik dengan apa yang sudah di programkan oleh UNIDO tersebut.
“P3UW LAMPUNG siap mendukung dan siap bekerja sama dengan semua pihak, terkait program yang mengarah kepada hal-hal positif. Kami berharap kelengkapan persyaratan yang diperlukan bisa terpenuhi, sehingga udang Dipasena akan benar-benar bisa tembus ekspor” kata Suratman.
“Yang tentunya akan bermuara pada peningkatan penghasilan dan peningkatan tarap ekonomi pembudidaya udang Dipasena” Lanjut Suratman.
Sekilas Tentang UNIDO dan GQSP
Untuk diketahui bahwa GQSP merupakan program berskala besar untuk mendorong pengembangan perdagangan secara sistemik dengan memperkuat infrastruktur kualitas. GQSP Indonesia bekerjasama dengan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Badan Standarisasi Nasional (BSN) mendukung pengembangan beberapa rantai nilai perikanan, yakni udang, rumput laut, ikan Patin, ikan Lele, dan ikan Bandeng.
Sedangkan UNIDO atau Organisasi Pengembangan Industri Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah badan khusus PBB yang didirikan untuk mempromosikan dan mempercepat perkembangan industrial di negara-negara berkembang dan negara-negara yang sedang dalam masa transisi ekonomi, serta untuk mempromosikan kerjasama industrial internasional.
Di tahun 2022 ini proyeksi pembinaan oleh UNIDO di Provinsi Lampung adalah Udang, di Dipasena, di Pasir Sakti (Lampung Timur), dan di Ketapang/Palas (Lampung Selatan). Selanjutnya Ikan Bandeng serta ikan Patin di Lampung Timur dan Lampung Selatan.
(FEBRI-P3UW LAMPUNG)
Berita Lainnya :
- DKP Provinsi Lampung Turunkan Tim Auditor Ke Dipasena Terkait Sertifikasi CBIB
- Monitoring Residu Oleh DKP Diharapkan Bisa Jaga Kualitas Udang Tambak Dipasena
- P3UW Lampung Hadiri Focus Group Discussion Bersama DirJen Perikanan Budidaya, KKP di Jakarta
- JAGA MUTU UDANG, TAMBAK DIPASENA DIADAKAN MONITORING RESIDU OLEH DKP PROVINSI LAMPUNG
- Kuatkan Daya Saing Ekspor, BKIPM Sosialisasi Mutu Produk Udang ke Tambak Dipasena