P3UW Lampung Adakan Study Banding Budidaya Udang Vanamei Air Tawar di Palas Kalianda

Ketua P3UW Lampung, Suratman didampingi oleh jajaran Pengurus, saat berdialog dengan Haji Aribun Sayunis, di pertambakan udang Vanamei air tawar, Palas, Kalianda

Perhimpunan Petambak Pembudidaya Udang Wilayah Lampung (P3UW Lampung) mengadakan kunjungan kerja ke pertambakan udang Vanamei air tawar di desa Palas Pasemah, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Senin (14/03/2022). Kegiatan ini, yang dipimpin langsung oleh ketua P3UW Lampung, Suratman, dalam rangka Study Banding mengenai Budidaya udang vanamei air tawar.

Ini merupakan langkah-langkah P3UW Lampung untuk melakukan terobosan dalam rangka pengembangan budidaya udang Vanamei tambak Dipasena, Kecamatan Rawajitu Timur, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, yang selama ini menggunakan air asin. Salah satunya akan melakukan praktik budidaya udang Vanamei dengan media air tawar, sebagai upaya mencari solusi, untuk mengatasi kelemahan-kelemahan budidaya udang vanamei saat ini.

“Kami mendatangi pertambakan pribadi milik Haji Aribun Sayunis, untuk melihat secara langsung kegiatan budidaya udang vanamei air tawar disana. Kami juga ingin berdialog dengan Haji Aribun dan berdialog dengan petambak pelaku pembudidaya di pertambakan tersebut” Terang Suratman

“Diharapkan setelah melakukan kunjungan ini akan menambah wawasan dan pengetahuan tentang bagaimana cara budidaya udang vanamei di air tawar. Agar selanjunya bisa coba kami kembangkan di wilayah pertambakan Dipasena” Lanjut Suratman

Pada saat berdialog, Haji Aribun mengatakan bahwa untuk berbudidaya udang vanamei di air tawar bukanlah hal yang sulit, dan teknik yang perlu diterapkan sangat sederhana. Standard Operasional Prosedur (SOP) dalam berbudidayanya pun, tidak jauh berbeda dengan yang dipakai dalam budidaya udang vanamei di air asin.

Benur yang digunakan untuk budidaya air tawar sama dengan benur untuk budidaya air asin. Untuk penyesuaian salinitas, pada proses pembenuran, mulai Post Larva (PL) 4 salinitas air diturunkan secara bertahap sampai ke 5 Ppt.

“Kebetulan dibeberapa titik sumur bor yang kami gunakan untuk mengisi kolam, memiliki salinitas airnya 4 sampai 5 ppt. Ini yang kita gunakan untuk benur yang pertama kali datang untuk kita adaptasikan dulu” Kata Haji Aribun

“Selanjutnya kita jok kolam menggunakan air tawar sampai di 15 hari, sehingga salinatas turun di 1 ppt, setelah itu baru kita pindahkan ke kolam-kolam yang airnya benar-benar tawar” Imbuhnya.

Haji Aribun menambahkan, bahwa budidaya udang Vanamei air tawar kuncinya adalah bagaimana supaya airnya bisa manis, dengan cara memperbanyak pemberian Molase. Selanjutnya, kata dia, untuk kendala gagal budidaya karena penyakit bisa dikatakan hampir tidak ada, yang jadi kendala hanya gagal multing saja.

Sementara itu, Koordinator Bidang Budidaya Badan Pengurus Pusat (BPP) P3UW Lampung, Eshak Johansyah, mengatakan bahwa akan segera mengadakan uji coba terkait budidaya udang vanamei di air tawar tersebut.

“Sesuai arahan dari pimpinan, kami Bidang budidaya akan menentukan dan menyiapkan tempat. Selanjutnya membuat anggaran mengenai sarana dan prasarana apa saja yang dibutuhkan” Kata Johan.

(FEBRI-P3UW LAMPUNG)

Berita Lainnya :

Bagikan ke

Tinggalkan komentar