
Perbaikan Infrastruktur pertambakan (Kanal Inlet dan Kanal Outlet) secara mandiri masih terus dilakukan oleh Perhimpunan Petambak Pembudidaya Udang Wilayah Lampung (P3UW Lampung). Kali ini, perbaikan dilakukan di Wilayah Bumi Sentosa, Kecamatan Rawajitu Timur, Tulang Bawang, pada Kanal Main Inlet (MI) Blok 01.
Excavator Sumitomo bantuan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) 2020 diturunkan untuk melakukan pendalaman kanal yang kondisinya sudah hampir menjadi daratan karena tumpukan sedimentasi. Kondisi seperti ini menyulitkan petambak Blok 01 untuk mendapatkan air untuk kebutuhan budidaya, karena air dari laut tidak bisa masuk.
“Pengerjaan dimulai dari tanggal 04 maret 2021, dan rencananya akan di lakukan pendalaman disepanjang Kanal Main Inlet Blok 01. Pada Kanal sepanjang 4 Km tersebut, dilakukan penggalian selebar 12 Meter dan kedalaman penggalian adalah 1,5 Meter” kata Arizal Kepala Divisi alat Berat P3UW Lampung.
Menurutnya perkiraan penggunaan HM Excavator yang dihabiskan untuk pengerjaan kanal ini adalah sebanyak 1500 HM – 2000 HM dan diperkirakan akan menelan biaya 700 juta – 900 juta Rupiah. Sedangkan untuk estimasi lama pengerjaan penggalian adalah 180 hari – 200 hari kerja.
“Sumber pendanaan adalah murni dari swadaya Masyarakat setempat yang dihimpun dari Program Investasi 1000/kg udang” Lanjut Arizal.
Dengan di keruknya kanal Main Inlet Blok 01 ini, masyarakat petambak Blok 01 khususnya mengaku sangat senang dan memberikan tanggapan positif. “Pengerukan Main inlet ini memang sangat kami tunggu-tunggu, sudah lama kami tidak bisa menikmati air bagus dari laut untuk budidaya, karena air tidak bisa masuk. Selama ini untuk budidaya tambak kami airnya tawar, sehingga angka kematian (Mortalitas Rate) udang pada saat ditebar menjadi sangat tinggi mencapai 80%” kata Supomo salah satu warga Bumi Sentosa yang beralamat di blok 01 Jalur 16 Nomor 06.
“Terimakasih kepada P3UW Lampung dan Masyarakat yang telah bahu membahu mensukseskan program Investasi 1000/kg udang untuk perbaikan Infrastuktur pertambakan. Pengerukan main inlet ini bagi kami akan memberikan harapan baru, untuk keberlangsungan dan suksesnya budidaya” Lanjut Supomo.
Sementara itu Ketua P3UW Lampung Suratman mengatakan, dalam memenuhi kebutuhan air baku untuk Budidaya masyarakat petambak Dipasena termasuk di Blok 01, P3UW Lampung akan terus berupaya untuk melakukan pengerukan kanal Inlet. “Kami siapkan Alat Berat Excavator untuk melakukan perbaikan Kanal-Kanal Inlet dan tentunya anggaran dana untuk pengerjaannya adalah dari swadaya Masyarakat. Agar masuk nya air laut melalui DAM untuk memenuhi kebutuhan Budi daya menjadi lancar”
“Mari kita tanamkan semangat bergotong royong dengan memaksimalkan program investasi 1000/kg udang, demi kebaikan bersama” Lanjut Suratman.
(FEBRI/P3UW LAMPUNG)
Berita Lainnya :
- EXCAVATOR P3UW 05 LAKUKAN PENDALAMAN KANAL DI BUMI DIPASENA UTAMA
- Upaya Normalisasi Saluran Pasok Dipasena Menggunakan Dana Milyaran Rupiah Terancam Sia-sia Karena Adanya Aktivitas Ilegal
- KETUA P3UW LAMPUNG : SWADAYA GOTONG ROYONG PETAMBAK ITU TERGANTUNG DANA INVESTASI 1000
- LAMA ‘NGANGGUR’ KINI EXCAVATOR P3UW 02 MULAI BERAKTIVITAS
- KKP Survei Kelayakan Pertambakan Dipasena Sebagai Calon Penerima Bantuan Alat Sedot Lumpur (Dredger)