
Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWS MS) mengadakan Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) dengan masyarakat Dipasena, Rawajitu Timur. Pertemuan diadakan di Aula kantor Kecamatan Rawajitu Timur, Tulang Bawang pada hari Senin 21 September 2020.
Pertemuan ini juga di hadiri oleh tim konsultan PT Vitraha Consindotama yang di pimpin oleh Roni Setiawan. Perwakilan masyarakat Dipasena hadir ketua P3UW Lampung, camat Rawajitu Timur, Pj Kepala Kampung dan BPK se Rawajitu Timur serta tokoh masyarakat.
Ini merupakan pertemuan lanjutan dalam rangka membahas rencana program kerja rehabilitasi Infrastruktur pertambakan Dipasena. Sebelumnya pertemuan pertama diadakan di kantor BBWS MS Bandar Lampung pada 27/07/20 yang lalu.
Tujuan di adakan Pertemuan Konsultasi Mandiri (PKM) adalah :
- Menampung aspirasi masyarakat terkait dengan sistem tata air saluran inlet dan outlet terutama dalam mengatasi permasalahan yang terjadi di lapangan (sedimentasi dan abrasi pantai),
- Menambah data yang kurang, atau melakukan koreksi atas data yang ada saat ini,
- Mengetahui usulan masyarakat terkait rehabilitasi saluran inlet dan saluran outlet, bangunan DAM, sebagai masukan dalam penanganan konstruksi,
- Usulan masyarakat lainnya dalam penyediaan sarana produksi tambak.
Kepala BBWS MS Abdul Muis meminta pihak konsultan PT Vitraha Consindotama untuk memaparkan rencana program kerja mereka. Agar selanjutnya perwakilan masyarakat Dipasena yang hadir bisa memberikan aspirasi dan usulan terkait rencana program kerja ini.
Selanjutnya Tim konsultan PT Vitraha Consindotama memaparkan detail rencana program kerja rehabilitasi infrastruktur pertambakan Dipasena. Dalam Salah satu pemaparannya adalah penanganan pengaman kawasan pantai Dipasena.
Rencana Penanganan Pengaman Pantai Dipasena

Untuk melindungi pantai Dipasena dari ancaman abrasi pantai dan laju sedimen, di buat rencana penempatan bangunan pantai.
Oleh pihak konsultan Analisa pemodelan penempatan bangunan akan dibuat dengan 2 alternatif. Secara bersamaan bisa dilakukan pengamanan secara alami dengan vegetatif seperti penanaman mangrove di area green belt.
Perwakilan masyarakat Dipasena sepakat memilih alternatif pertama.
Jetty yang dibangun pada kedua sisi tegak lurus terhadap garis pantai dan memeanjang ke dalam laut. Guna menjaga kesetabilan air inlet ketika pasang surut dan pendangkalan akibat sedimen. Jetty dibangun sepanjang lebih kurang 1,3 km dari garis pantai.
Groin yang dibangun memanjang kedalam laut sepanjang 1 km penempatan groin di blok 0 dan blok 12. Tujuan menahan laju sedimen dari sungai Tulang Bawang dan laju sedimen dari Sungai Mesuji.
Pemasangan pemecah gelombang lepas pantai (Detached Breakwater) secara seri sebanyak 8 bangunan. Dengan panjang masing-masing 500m dengan celah antar bangunan dibangun diantara Jetty dan Groin yang bertujuan mencegah erosi pantai secara tidak langsung.
Pada pertemuan ini ketua P3UW Lampung Suratman menyampaikan rasa terimakasih kepada pihak kementerian PUPR dan pihak konsultan PT Vitraha Consindotama. Beliau mewakili masyarakat Dipasena menyambut baik apa-apa yang dilakukan pemerintah dan berharap segera dilakukan ‘action’ dalam hal pengerjaan rehabilitasi infrastruktur pertambakan Dipasena ini.
(FEBRI/P3UW-LAMPUNG)
Berita Lainnya :
- KEMENTERIAN PUPR MATANGKAN RENCANA REHABILITASI PERTAMBAKAN DIPASENA
- Konsolidasi Organisasi, P3UW Lampung Kumpulkan Unsur Pengurus
- SISI LAIN BUDIDAYA, ABRASI PANTAI DIPASENA PERLU DIPERHATIKAN
- Calon Kepala Kampung se Rawajitu Timur Sepakati Komitmen Bersama P3UW Lampung
- PERTEMUAN P3UW LAMPUNG DENGAN TENAGA AHLI UTAMA KEDEPUTIAN 1 KSP RI