
Hampir semua mata dunia tertuju ke daerah terpencil di pinggiran Provinsi Lampung yaitu Bumi Dipasena. Daerah yang terletak di kecamatan Rawajitu Timur, Kabupaten Tulang Bawang. Sebuah daerah pertambakan terbesar di Asia yang merupakan wilayah sentral produksi udang di Indonesia.
Namun wilayah yang memiliki potensi besar menghasilkan produksi udang ini terkadang lepas dari perhatian Pemerintah. Dimana ada salah satu program Pemerintah yang menargetkan produksi udang nasional harus menjadi lebih baik. Akan tetapi rencana itu belum di tunjang dengan daya dukung yang maksimal, termasuk kurang perhatian nya terhadap wilayah Dipasena ini.
Abrasi di sepanjang pantai timur Dipasena yang luar biasa, yang mengakibatkan daratan di bibir pantai menjadi terkikis. Terlebih lagi terjadi penumpukan sedimentasi lumpur di ujung pantai, sehingga air laut untuk berbudidaya terhalang masuk ke saluran main inlet.
Pihak P3UW Lampung sudah mencoba berbuat, melakukan pengecekan dan juga melakukan penanaman pohon mangrove. Tapi dengan kemampuan SDM dan permodalan yang seadanya, masih jauh dari kata berhasil.
Harapan P3UW Lampung dan warga Dipasena, pemerintah terkait memberikan perhatian khusus dan bisa segera menangani masalah abrasi di pantai wilayah Dipasena ini. Sebagai langkah pendukung proses budidaya udang, agar produksi udang di Dipasena akan lebih baik.
(ERWIN/P3UW Lampung)
Berita Lainnya :
- Koramil Rawajitu Bersama P3UW Lampung, Tanam 1000 Batang Mangrove Di Perairan Tambak Dipasena
- KEMENTERIAN PUPR ADAKAN PKM RENCANA REHABILITASI PERTAMBAKAN DIPASENA
- P3UW Lampung Antusias Hadiri National Shrimp Action Forum 2022 Di Jakarta
- Petambak Dipasena Suarakan Penolakan Impor Udang, H. Nuryanto Anggota DPRD Tulang Bawang Siap Sampaikan Aspirasi
- Polres Tulang Bawang : Penanaman 2500 Batang Pohon Mangrove Di Pantai Bumi Dipasena Agung