BADAN KARANTINA IKAN LAMPUNG LAKUKAN IDENTIFIKASI VIRUS UDANG DI TAMBAK DIPASENA (KEDUA)

Badan Karantina Ikan Lampung, melakukan identifikasi virus udang di area pertambakan wilayah Dipasena, dengan mengambil sample air selanjutnya di uji di lab

Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Lampung melakukan identifikasi virus udang  di pertambakan Dipasena. Dibantu oleh tim dari Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung pada 18 Agustus 2020 lalu. 

Ini merupakan kegiatan rutin kedua untuk melakukan pemantauan Penyakit Ikan Karantina (PIK) di wilayah Tulang Bawang. Dengan mengambil sample air di dalam tambak  untuk selanjutnya di uji di laboratorium (lab) .

Di dampingi oleh BPP P3UW Lampung, tim BBPBL dan BKIPM melakukan pengambilan sample air di 3 wilayah Bumi Dipasena.

Pengambilan sample air pertama di mulai dari wilayah Bumi Dipasena Agung. Yaitu di blok 05 jalur 44 nomor tambak 1,2,3 dan 4. Lalu diblok 04 jalur 55 nomor tambak 19 dan 20.

Di lanjutkan ke wilayah Bumi Dipasena Jaya. Di blok 06 jalur 49 nomor tambak 13 dan15. Selanjutnya di jalur 50 nomor tambak 15 dan 16.

Pengambilan sample air terakhir dilakukan wilayah  Bumi Dipasena Mulya. Yaitu di blok 09 jalur 30 nomor tambak 1,2,9 dan 10.

Baca juga :

Dari hasil uji lab di temukan beberapa petak tambak yang positif terjangkit virus. Yaitu terjangkit White Spot Syndrome Virus (WSSV) dan Infectious Hepatopancreatic and Haemotopoietic Necrosis Virus (IHHNV). Sedangkan untuk virus TSV, IMNV, YHV, EHP dan CMNV cenderung negative.

Hasil dari uji lab ini selanjutnya bisa di jadikan referensi bagi para petambak. Untuk melakukan perlakuan dan penanganan dini agar tidak terjadi gagal panen.

Identifikasi virus oleh BKPIM di pertambakan  Dipasena ini merupakan Kegiatan rutin yang dilakukan setiap 6 bulan sekali. Proses identifikasi pertama Tahun 2020 di lakukan pada bulan maret lalu.

(WIDODO/P3UW LAMPUNG)

Berita Lainnya :

Bagikan ke

4 pemikiran pada “BADAN KARANTINA IKAN LAMPUNG LAKUKAN IDENTIFIKASI VIRUS UDANG DI TAMBAK DIPASENA (KEDUA)”

  1. Kalau bisa tolong carikan obatnya pak, lalu untuk pengecekan air tolong dilakukan di sub inlet, bukan air didalam tambak, karena air yang dipakai untuk umum budidaya dari air sub inlet. Terimakasih semangat selalu benahi budidaya.

    Reply

Tinggalkan komentar