
Rawajitu Timur (Jumat 17/07/2020). Belum selesai soal KWH meter yang sudah 6 bulan belum terpasang, kini warga Bumi Dipasena dihadapkan dengan masalah baru. Yaitu mulai keroposnya tiang-tiang jaringan yang dipasang oleh PLN.
Seperti yang dilaporkan oleh salah satu warga Bumi Dipasena Makmur Rawajitu Timur, Tiang besi jaringan PLN sudah mulai ada yang keropos. Dikhawatirkan dalam waktu tidak lama, tiang ini akan roboh.
“Tiang yang dipasang di sebelah rumah saya ini belum lama, baru sekitar 6 bulan lalu. Tapi sekarang keadaannya sudah sangat memprihatinkan. Tiang sudah berkarat dan dibeberapa bagian mulai mengelupas” Tutur Sobirin warga Bumi Dipasena Makmur tersebut.
Ismed Ironi , Bidang Sosmas mewakili Ketua P3UW Lampung Suratman, yang dihubungi via telfon mengatakan telah mendapatkan laporan dari warga perihal ini. Beliau mengatakan akan segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait guna mengatasi masalah tersebut. Karena hal ini sangat meresahkan warga.
Ismed menambahkan seharusnya tiang-tiang besi itu tidak diapungkan dalam pendistribusiannya. Dan semua tiang harus segera dilakukan pengecatan agar tidak berkarat.
Sebagaimana diketahui, pemasangan tiang jaringan PLN di wilayah Dipasena berbeda dengan wilayah lain. Tiang yang digunakan adalah tiang besi yang menurut warga tidak sesuai dengan kondisi di wilayahnya. Karena sebagian besar wilayahnya dikelilingi perairan air payau.
PLN mempunyai pertimbangan lain, karena terhambat soal mobilisasi alat kalau menggunakan tiang beton. Sehingga pilihannya menggunakan tiang besi, lebih mudah pengangkutan dan pengirimannya.
Sampai berita ini diturunkan, pihak PLN yang bertanggungjawab dalam hal pemasangan jaringan belum bisa dikonfirmasi.
(P3UWLampung/Buset)
Berita Lainnya :
- Kabel Jaringan Listrik PLN Di Bumi Dipasena Agung, Jatuh Dari Tiang
- PLN TURUNKAN TIM UNTUK CEK JARINGAN BERMASALAH DI DIPASENA
- AKIBAT KELALAIAN KONTRAKTOR, GARDU LISTRIK PLN DIPASENA TERBAKAR
- GARDU LISTRIK DIPASENA TERBAKAR, PENANGGUNG JAWAB JARINGAN PLN DATANGI LOKASI
- P3UW LAMPUNG DESAK BUPATI SEGERA AMBIL LANGKAH SOAL KWH DIPASENA