
Di bulan Agustus 2020 ini air laut sedang mengalami pasang rendah. Kondisi ini juga terjadi di wilayah Dipasena yang notabene merupakan kawasan pertambakan terluas di Asia.
Dampak pasang rendah ini sangat di rasakan oleh petambak dipasena, karena suplay air laut ke main inlet dan sub inlet sangat sedikit. Akibatnya beberapa petambak mengalami kesulitan untuk mengisi tambaknya.
Pasang rendah seperti ini biasanya terjadi dua kali dalam setahun, yaitu di bulan februari dan bulan agustus.
“Kondisi saluran air dari laut yang sudah dangkal juga sangat mempengaruhi pasok air ini” Tutur Johansyah Koordinat Bidang Budidaya BPP P3UW Lampung.
Saat pasang rendah, masalah yang muncul hanya kesulitan memasukkan air ke tambak. Namun masalah besar justru akan muncul saat mulai terjadi lagi pasang tinggi.
Dinding sub inlet yang belum sempat kering kemudian di timpa air pasang, akan menimbulkan amoniak yang cukup tinggi.
Disaat kondisi seperti ini sebaiknya tidak buru buru memasuklan air ke tambak. Tunggu hingga kurang lebih satu minggu agar amoniak menghilang.
Tebarkan kaptan saat mengisi air ke dalam tambak. Tujuannya untuk mengurangi kadar amoniak di dalam tambak.
(Suryadi/P3UW Lampung)
Berita Lainnya :
- Antisipasi Lonjakan Air Banjir Rob Ke Saluran Inlet, Pintu Air DAM Abadi di Maintenance
- DANA 900 JUTA DIANGGARKAN, UNTUK PENDALAMAN KANAL MAIN INLET BLOK 01 BUMI SENTOSA
- Green Belt Dipasena Alih Fungsi Menjadi Tambak Liar
- Mengenal penyakit AHPND Pada Udang dan Cara Pencegahannya
- BADAN KARANTINA IKAN LAMPUNG LAKUKAN IDENTIFIKASI VIRUS UDANG DI TAMBAK DIPASENA (KEDUA)