ANGGARAN DASAR (AD) P3UW LAMPUNG

logo p3uw lampung

ANGGARAN DASAR

PERHIMPUNAN PETAMBAK PEMBUDIDAYA UDANG WILAYAH LAMPUNG ( P3UW ) LAMPUNG

BAB I

NAMA DAN  TEMPAT KEDUDUKAN

Pasal 1

Perhimpunan ini bernama PERHIMPUNAN PETAMBAK PEMBUDIDAYA UDANG WILAYAH LAMPUNG yang disingkat P3UW LAMPUNG  yang berkedudukan di Kecamatan Rawajitu Timur Kabupaten Tulang Bawang  Propinsi Lampung.

Pasal 2

Perhimpunan ini didirikan untuk waktu yang tidak ditentukan lamanya, dihitung mulai tanggal 09-09-1998 (Sembilan September Seribu Sembilan Ratus Sembilan Puluh Delapan).

BAB II

AZAS, TUJUAN DAN USAHA

Pasal 3

Perhimpunan ini berazaskan Pancasila dan Undang – Undang Dasar Seribu Sembilan Ratus Empat Puluh Lima.

Pasal 4

Perhimpunan ini bertujuan :

  1. Menghimpun , mempersatukan, menampung dan menyalurkan aspirasi para petambak;
  2. Membangun komunikasi yang efektif dan konstruktif;
  3. Meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan anggota;
  4. Menciptakan rasa aman bagi seluruh anggota.

Pasal 5

Usaha – usaha untuk mencapai tujuan tersebut yaitu :

  1. Memperdayakan mutu pelayanan kepada anggota;
  2. Mengadakan forum dialog yang dilaksanakan setiap 3 bulan sekali maksimal 6 bulan sekali;
  3. Mengadakan perbaikan manajemen perhimpunan;
  4. Mendirikan lembaga ekonomi, Koperasi, lembaga kesehatan, lembaga pendidikan, media
    komunikasi dan badan lainnya;
  5. Menjalin kerja sama dengan pihak-pihak lain yang tidak merugikan Perhimpunan dan tidak
    bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Perhimpunan dan atau
    ketentuan hukum yang belaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia;

BAB III

K E A N G G O T A A N

Pasal 6

  1. Keanggotaan Perhimpunan ini terdiri dari :
    • a. Anggota biasa;
    • b. Anggota luar biasa;

Pasal 7

Keanggotaan berakhir karena :

  1. Wafat /  meninggal dunia;
  2. Mengundurkan diri;
  3. Berhenti sebagai petambak dengan kemauan sendiri;
  4. Diberhentikan oleh perhimpunan.

Pasal 8

  1. Setiap anggota biasa berhak :
    • a. Memilih dan dipilih;
    • b. Ikut serta dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh perhimpunan;
    • c. Menyampaikan pendapat baik secara lisan maupun tulisan;
    • d. Mendapatkan pembelaan dan perlindungan dari perhimpunan;
  2. Setiap anggota biasa berkewajiban untuk :
    • a. Menjunjung tinggi nama baik perhimpunan, memahami, menaati dan menjalankan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga serta peraturan-peraturan lain perhimpunan;;
    • b. Memberikan sumbangan, bantuan kepada perhimpunan, baik moril maupun materiil;
    • c. Membayar Iuran Pokok, Iuran Wajib dan Iuran Sukarela;
    • d. Proaktif dalam setiap pelaksanaan program kerja perhimpunan;
    • e. Memiliki kartu anggota perhimpunan.

Pasal 9

  1. Perhimpunan berwenang untuk mengukuhkan, memberhentikan seorang anggota dari keanggotaannya karena melakukan tindakan yang bertentangan dengan kepentingan perhimpunan;
  2. Pemberhentian tersebut hanya dapat diambil dalam rapat koordinasi Badan Pengurus dan
    disetujui oleh setengah lebih satu dari jumlah suara yang hadir dan sah;
  3. Sebelum dilakukan pemberhentian diberikan kesempatan kepada anggota tersebut untuk
    melakukan pembelaan diri;
  4. Pengukuhan dilakukan dalam rapat koordinasi;
  5. Surat pengukuhan dan pemberhentian dibuat oleh Badan Pengurus Pusat.

BAB IV

RAPAT RAPAT PERHIMPUNAN

Pasal 10

Rapat-rapat perhimpunan terdiri dari :

  • a. Rapat Anggota;
  • b. Rapat Anggota Luar Biasa;
  • c. Rapat Pimpinan Pengurus;
  • d. Rapat Koordinasi Pengurus;
  • e. Rapat Kerja Pengurus.
  • f. Rapat Badan Pengawas
  • g. Rapat Koordinasi antar Lembaga

Pasal   11

  1. Rapat anggota perhimpunan mempunyai kekuasaan tertinggi dalam perhimpunan;
  2. Rapat anggota perhimpunan diselenggarakan sekurang-kurangnya satu kali selama masa
    jabatan; dengan sistim perwakilan;
  3. Peserta rapat mendapat mandat secara tertulis dari anggota yang di wakilinya;
  4. Undangan rapat anggota perhimpunan disampaikan secara tertulis dengan menyebutkan
    waktu, tempat, agenda rapat dan hal lain-lain, sekurang-kurangnya 3 (tiga) hari sebelum
    rapat diadakan;
  5. Rapat anggota perhimpunan dipimpin oleh pimpinan rapat yang dipilih oleh peserta rapat.

Pasal  12

  1. Rapat Anggota Luar Biasa mempunyai kedudukan yang sama dengan Rapat Anggota
  2. perhimpunan;
  3. Rapat Anggota Luar Biasa dilakukan jika dianggap perlu oleh seluruh dan atau sebagian
    anggota;
  4. Undangan Rapat Anggota Luar Biasa perhimpunan disampaikan secara tertulis dengan
    menyebutkan waktu, tempat, agenda rapat dan hal lain-lain, sekurang-kurangnya 3 (tiga) hari
    sebelum rapat diadakan;
  5. Rapat Anggota Luar Biasa perhimpunan dipimpin oleh pimpinan rapat yang dipilih oleh
    peserta rapat.

Pasal  13

  1. Rapat anggota perhimpunan atau rapat anggota luar biasa, adalah sah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari anggota rapat;
  2. Dalam rapat anggota perhimpunan atau rapat anggota luar biasa, masing-masing anggota
    berhak menyampaikan pendapat;
  3. Peserta rapat anggota atau rapat anggota luar biasa, harus mematuhi tata tertib rapat.

Pasal   14

  1. Pengambilan keputusan rapat anggota atau rapat anggota luar biasa, diutamakan melalui musyawarah untuk mufakat;
  2. Apabila keputusan rapat anggota atau rapat anggota luar biasa, tidak dapat diambil melalui
    musyawarah mufakat, keputusan rapat anggota dilakukan dengan cara pengambilan suara;
  3. Apabila dilakukan pemungutan suara, maka keputusan adalah sah apabila diambil dengan
    setengah ditambah satu dari suara yang sah.

Pasal 15

  1. Rapat pimpinan pengurus dilaksanakan pada masing-masing tingkatan kepengurusan;
  2. Rapat koordinasi pengurus dan rapat kerja pengurus dapat dilaksanakan oleh masing-masing
    tingkatan kepengurusan atau secara bersama seluruh jajaran kepengurusan;
  3. Pengambilan keputusan rapat pimpinan, rapat koordinasi dan rapat kerja, diutamakan
    melalui musyawarah untuk mufakat;
  4. Apabila keputusan rapat pimpinan, rapat koordinasi dan rapat kerja tidak dapat diambil
    melalui musyawarah mufakat, keputusan rapat dilakukan dengan cara pengambilan suara;
  5. Apabila dilakukan pemungutan suara, maka keputusan adalah sah apabila diambil dari
    setengah ditambah satu dari suara yang sah.

BAB  V

PENGURUS DAN BADAN PENGURUS

Pasal 16

  1. Badan Pengurus Pusat terdiri dari satu orang Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Koordinator Bidang yang diperlukan;
  2. Badan Pengurus Wilayah terdiri dari satu orang Koordinator , Wakil Koordinator, Sekretaris,
    Bendahara dan Koordinator Bidang yang diperlukan;
  3. Pengurus Sub-blok terdiri dari satu orang Koordinator;
  4. Pengurus Tetangga terdiri dari satu orang Koordinator;
  5. Pemilihan Ketua, Koordinator Wilayah, Koordinator Sub Blok dan Pengurus Tetangga
    dilakukan oleh Anggota di wilayah masing-masing sesuai tingkatannya dengan sistim
    pemilihan langsung dan demokrasi;
  6. Pengangkatan Wakil, Sekretaris, Bendahara dan Koordinator Bidang dilakukan ditingkatan
    masing-masing;
  7. Ketua dan koordinator wilayah dipilih untuk masa bakti 5 (lima) tahun dan dapat dipilih
    kembali untuk (dua kali masa jabatan);
  8. jika ketua dan koordinator wilayah telah menjabat selama 2 kali masa jabatan maka tidak
    dapat dicalonkan atau mencalonkan diri untuk periode berikutnya;
  9. Badan Pengurus Wilayah dan Pengurus Sub Blok serta Pengurus Tetangga merupakan bagian
    yang tidak terpisahkan dari Badan Pengurus Pusat;
  10. Surat keputusan (SK) dibuat dan disahkan oleh Badan Pengurus atau Pengurus setingkat
    diatasnya.

Pasal  17

  1. Ketua dan Sekretaris berhak bertindak mewakili untuk dan atas nama perhimpunan didalam dan diluar pengadilan dan mengikat perhimpunan dengan pihak-pihak lain atau sebaliknya dengan batasan :
    • a. Meminjam atau meminjamkan uang atas nama perhimpunan;
    • b. Mengikat perhimpunan sebagai penjamin;
    • c. Meminjamkan harta kekayaan perhimpunan;
    • d. Menjual harta kekayaan perhimpunan;
  2. Hal-hal sebagai mana yang tercantum dalam ayat 1 point a sampai dengan c, dapat dilakukan apabila telah mendapat persetujuan secara tertulis berdasarkan rapat koordinasi badan pengurus bersama dewan pengawas;
  3. Hal sebagaimana tercantum dalam ayat 1 point d, hanya dapat dilakukan apabila telah mendapat persetujuan  rapat koordinasi pengurus dan dilaporkan dalam rapat anggota;
  4. Surat keluar ditanda tangani oleh Ketua dan atau Sekretaris;
  5. Surat-surat mengenai pemasukan dan pengeluaran uang ditanda tangani oleh Ketua dengan Bendahara.

Pasal  18

  1. Badan Pengurus perhimpunan wajib menjunjung tinggi dan melaksanakan ketentuan-ketentuan Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga dan menetapkan peraturan-peraturan Perhimpunan;
  2. Badan Pengurus perhimpunan bertanggungjawab atas seluruh jalannya Perhimpunan.

Pasal  19

  1. Rapat Badan Pengurus Perhimpunan  diadakan sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sekali atau dianggap perlu oleh Ketua atau diminta oleh ½ (setengah) dari Badan pengurus lainnya;
  2. Keputusan rapat Badan Pengurus Perhimpunan diambil secara musyawarah untuk mufakat, apabila hal ini tidak tercapai maka dengan cara pemungutan suara, keputusan diambil dengan jumlah suara ½ (setengah) lebih satu dari jumlah anggota rapat;
  3. Masing-masing anggota badan pengurus perhimpunan berhak mengeluarkan satu suara;
  4. Rapat badan pengurus perhimpunan dianggap sah apabila dihadiri oleh 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota rapat.

BAB VI

DEWAN PENGAWAS PERHIMPUNAN

Pasal  20

  1. Guna menunjang jalannya program-program perhimpunan, dibentuk Dewan Pengawas
    Perhimpunan.
  2. Dewan Pengawas dipilih dalam rapat anggota;
  3. Dewan Pengawas berjumlah 5 orang;

BAB VII

KEUANGAN PERHIMPUNAN

Pasal  21

  1. Keuangan perhimpunan terdiri dari uang pangkal, iuran wajib, iuran suka rela, sumbangan
    dan atau hasil-hasil lainnya yang diperoleh secara sah dan tidak bertentangan dengan
    hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia, Anggaran Dasar dan Anggaran
    Rumah Tangga Perhimpunan;
  2. Keuangan Perhimpunan dikelola secara transparan dan Akuntable oleh Bendahara Perhimpunan.

BAB VIII

HARTA PERHIMPUNAN

Pasal 22

  1. Harta perhimpunan disimpan dan dikelola oleh pengurus  digunakan untuk kepentingan perhimpunan;
  2. Pengelolaan harta perhimpunan ditentukan secara bersama melalui rapat koordinasi badan pengurus dan diketahui oleh Dewan pengawas.

BAB IX

SAYAP ORGANISASI

Pasal 23

  1. Sayap Organisasi dapat dibentuk oleh perhimpunan dengan memperhatikan dan mempertimbangkan azas manfaat dan sebagai penunjang pelaksanaan  program kerja perhimpunan yang tidak bersentuhan secara langsung dengan perhimpunan;
  2. Sayap organisasi dibentuk oleh perhimpunan melaui Rapat Badan Pengurus.

BAB X

ANGGARAN RUMAH TANGGA

Pasal  24

  1. Badan pengurus menyusun Anggaran Rumah Tangga dan harus mendapat pengesahan dari rapat anggota perhimpunan;
  2. Anggaran Rumah Tangga tidak boleh bertentangan dengan ketentuan-ketentuan Anggaran Dasar Perhimpunan ini.

BAB XI

PERUBAHAN ANGGARAN DASAR ATAU PEMBUBARAN PERHIMPUNAN

Pasal  25

  1. Keputusan tentang perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui rapat anggota;
  2. Setelah dilakukan perubahan anggaran dasar disahkan dalam rapat anggota;
  3. Pembubaran perhimpunan hanya dapat dilakukan oleh rapat anggota.

BAB XII

LIKWIDASI

Pasal  26

  1. Apabila perhimpunan dibubarkan maka badan pengurus wajib melakukan Likwidasi, kecuali rapat anggota menentukan lain;
  2. Harta kekayaan perhimpunan dikurangi tanggungan perhimpunan sisanya dibagikan kepada anggota.

BAB XIII

PERATURAN PENUTUP

Pasal  27

Hal-hal yang belum atau tidak cukup diatur dalam anggaran dasar atau anggaran rumah tangga akan diatur oleh badan pengurus.

Bagikan ke