Hadiri Workshop SSF Di Bangkok, P3UW Lampung Berharap Ada Dampak Positif Bagi Pertambakan Dipasena

P3UW Lampung saat sesi foto bersama dalam acara Workshop SSF di Bangkok Thailand, dihari pertama, Selasa 03 Oktober 2023

P3UW Lampung berharap pasca menghadiri Acara Workshop Small Scale Fisheries (SSF) Hub Asia Tenggara di Novotel Bangkok, Thailand, Selasa-Kamis, 03-05 Oktober 2023 yang lalu, akan ada dampak positif yang signifikan dalam upaya mendukung keberlangsungan dan keberhasilan budidaya Pertambakan Dipasena, Kecamatan Rawajitu Timur Kabupaten Tulang Bawang.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris P3UW Lampung, Arizal, pada saat pertemuan Internal Pengurus Pusat, di Ruang Rapat, Rabu 11/10/2023, dalam rangka penyampaian rangkuman kegiatan Workshop tersebut.

“Kita bersama Non-Government Organization (NGO) Indonesia yang lain yaitu KNTI, KIARA, WALHI, dan Telapak akan bersinergi, dalam rangka mengembangkan isu-isu penting yang berkaitan dengan Nelayan dan Perikanan di wilayah Indonesia” Terang dia.

“Sebagai tindak lanjut hal tersebut, kita berkomitmen untuk terus berkomunikasi dan terus mengikuti diskusi-diskusi dari para NGO Indonesia tersebut” Lanjut dia.

Sementara itu, Ketua P3UW Lampung, Suratman, yang juga hadir pada pertemuan Internal tersebut, menyampaikan bahwa perlu segera ada rencana tindak lanjut.

“Ini merupakan langkah penting dan kesempatan bagi kita untuk mendapatkan dukungan dari NGO dan melangkah bersama mereka dalam rangka upaya kita untuk Dipasena yang lebih baik” kata dia.

Sekretaris P3UW Lampung, Arizal, saat Presentasi dalam acara Workshop SSF di hari kedua Rabu 04 Oktober 2023

Sebagai informasi bahwa, pada acara Workshop SSF yang dilaksanakan selama 3 hari di Bangkok tersebut P3UW Lampung hadir bersama KNTI, KIARA, WALHI, dan Telapak. P3UW Lampung mengutus Sekretaris P3UW Lampung untuk menghadiri acara tersebut.

Acara Workshop SSF tersebut juga dihadiri oleh sejumlah NGO atau Organisasi Non Pemerintah dari berbagai negara di Asia Tenggara antara lain Tambuyog (Filipina), CERD (Thailand), Sahabat Alam Malaysia (SAM), MCD (Vietnam) dan FACT (Kamboja). Pada acara saat itu Identitas yang awalnya SSF diperbarui menjadi SEA-SSF (Southeats Asia Small Scale Fishers) Hub atau Pusat Nelayan Usaha Kecil Asia Tenggara.

Masing-masing NGO, termasuk P3UW Lampung, diberi kesempatan untuk mempresentasikan materi yang telah disiapkan masing-masing.

Pada kesempatan itu, P3UW Lampung fokus menyampaikan pada isu-isu yang berkaitan dengan Greenbelt pertambakan Dipasena, secara rinci menjelaskan kondisi eksisting saat ini dan permasalahan yang sedang dihadapi.

Dalam presentasi, P3UW Lampung juga menyajikan profil singkat tentang Dipasena, termasuk gambaran infrastruktur yang telah ada dan hasil produksi kurun waktu 5 tahun terakhir. Dalam konteks ini, P3UW Lampung menekankan bahwa para petambak di Dipasena sangat mengharapkan peran yang kuat dari NGO dalam mendorong pemulihan infrastruktur budidaya maupun infrastruktur pendukung.

Febri-P3UW Lampung

Berita Lainnya :

Bagikan ke

Tinggalkan komentar