299 Petambak Dipasena, Selesai Mengikuti Training Calon Anggota P3UW Lampung Tahap 2

Pimpinan P3UW Lampung beserta panitia pelaksanaan training saat foto bersama dengan peserta training dihari kedua

Perhimpunan Petambak Pembudidaya Udang Wilayah Lampung (P3UW Lampung) kembali melaksanakan kegiatan Pembekalan (training) calon anggota untuk petambak baru. Sejumlah 299 petambak baru dari 8 wilayah pertambakan Dipasena, Kecamatan Rawajitu Timur, Kabupaten Tulang Bawang, lampung, ikut dalam kegiatan training tahap 2 tersebut.

Dibagi dalam 2 hari pelaksanaan, training tahap 2 yang diikuti oleh petambak baru yang diantaranya adalah Pembeli, Hibah, Ahli Waris, Penyewa atau Pengelola tersebut, dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) Sekretariat P3UW Lampung, Sabtu dan Minggu (20-21/08/2022).

Masih sama dengan tahap sebelumnya, kegiatan training tahap 2 ini diisi dengan penyampaian beberapa materi-materi penting tentang keorganisasian P3UW Lampung. Termasuk sejarah perjuangan P3UW Lampung yang memang seharusnya diketahui oleh petambak-petambak baru.

“Agar mereka tahu apa itu organisasi P3UW Lampung, cikal bakal organisasi P3UW Lampung, dan kenapa organisasi P3UW Lampung didirikan serta tahu apa yang menjadi program kerja P3UW Lampung” Kata Erwinsyah, Koordinator Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Badan Pengurus Pusat (BPP) P3UW Lampung, yang menjadi ketua panitia penyelenggara.

“Selanjutnya agar mereka bisa bergabung menjadi anggota P3UW Lampung dan training ini merupakan salah satu syaratnya” lanjut dia.

Materi pertama kegiatan adalah tentang sejarah berdirinya P3UW Lampung disampaikan oleh pemateri Aprianto Harmaidi, Sekretaris P3UW Lampung. Guna memahamkan sejarah, agar tidak lupa dengan apa yang diperjuangkan oleh P3UW Lampung.

“Dipasena dibentuk pada tahun 1989, dengan sistem pola kemitraan inti-plasma dan status petambak Dipasena adalah plasma. Pola Kemitraan antara plasma dan Inti pada awalnya berjalan harmonis dan lancar namun akhirnya ada penyelewengan oleh perusahaan inti” Terang dia.

“Dari sana terjadilah peristiwa unjuk rasa oleh para petambak. Untuk memperjuangkan nasib petambak, pada tahun 1998 kita memutuskan untuk membuat suatu organisasi yang diberi nama P3UW yang selanjutnya disahkan akte notaris pada 30/09/1998” lanjut dia.

Materi selanjutnya yang disampaikan oleh Budi Setioko, Staf khusus BPP P3UW Lampung, adalah pemahaman AD-ART P3UW Lampung.

“AD-ART P3UW Lampung mengalami 3 kali perubahan, perubahan pertama tahun 2002, perubahan kedua 2015, perubahan ketiga, 2020.
Fungsi AD-ART merupakan pedoman yang memuat peraturan bagi anggota organisasi dalam menjalankan organisasi” Jelas dia.

Penyampaian materi media publikasi P3UW Lampung oleh Dwi Febrianto pada hari kedua kegiatan training

Sementara itu, saat menyampaikan materi Program Kerja, Arizal, Koordinator Bidang Infrastruktur Budidaya BPP P3UW Lampung memaparkan bahwa program kerja jangka pendek yang dilakukan adalah tetap melanjutkan program Investasi 1000 dengan perbaikan sistem.

“Kita sudah Membangun kerjasama dengan pihak Hatchery dalam pengadaan benur berkualitas dan bersertifikat. Untuk memonitoring dan pencegahan penyakit udang,  kita telah bekerjasama dengan Balai Karantina Ikan Lampung” papar dia.

“Para pimpinan P3UW Lampung juga sudah mengambil langkah untuk menyelesaikan permasalahan Hak Guna Usaha (HGU) kanal-kanal pertambakan Dipasena” Lanjut dia.

Melalui Bidang Keamanan, P3UW Lampung juga sudah melakukan pengadaan sarana dan prasarana keamanan dan bekerjasama dengan aparat keamanan pemerintah. Selanjutnya dalam 7 tahun ini P3UW Lampung telah melakukan Rekonstruksi 62 pintu dam dan dalam 3 tahun terakhir telah menyelesaikan pembuatan 7 ponton baru.

Saat ini, P3UW Lampung sedang menyelesaikan program Revitalisasi saluran pasok Break Water DAM 7,8,9. Dengan anggaran 1,4 milyar, pengerjaannya sudah mencapai kurang lebih 90 % selesai.

“Kita juga telah membeli 1 unit Excavator Long Arm baru dan 1 unit Excavator Long Arm bekas dan kita juga mendorong pemerintah sehingga kita mendapatkan bantuan yaitu 2 unit Excavator Long Arm Baru dan 1 unit Dredger, sehingga total Excavator yang kita miliki saat ini adalah 8 unit” Imbuh Arizal.

Merupakan materi tambahan, 2 Materi terakhir yang disampaikan adalah tentang Media Publikasi P3UW Lampung, oleh Dwi Febrianto, Staff BPP P3UW Lampung. Dilanjutkan penyampaian motivasi oleh Erwinsyah yang merangkum semua materi-materi yang sudah disampaikan untuk bisa di konversi menjadi motivasi positif.

Penyerahan sertifikat secara simbolis oleh ketua P3UW Lampung, Suratman kepada peserta training hari pertama

Pada kesempatan itu, saat sambutan sebelum menyerahkan sertifikat secara simbolis, ketua P3UW Lampung, Suratman mengatakan bahwa total petambak baru yang sudah ditraining adalah 1005 petambak.

“706 petambak sudah ikut training ditahap 1 yang dilaksanakan pada 14-18 Februari 2022 lalu dan ditahap 2 ini diikuti 299 petambak. Petambak baru yang belum ikut training masih ada sekitar 1600 petambak” Terang dia.

Hari pertama kegiatan Training tersebut dibuka oleh Camat Rawajitu Timur H. Amad Mpd, yang juga dihadiri oleh pemerintahan kampung di kecamatan Rawajitu Timur. Dari total 299 peserta yang sudah registrasi di tahap 2 ini, sekitar 25% peserta yang tidak hadir.

(Febri – P3UW Lampung)

Berita Lainnya :

Bagikan ke

Tinggalkan komentar